MELAWI, SP - Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP-PGRI) Pontianak berkolaborasi bersama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmi Pendidikan (STKIP) Melawi menggelar Focus Group Discussion (FGD).
Kegiatan dalam rangka Pendampingan Pelaksanaan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam kurikulum merdeka tersebut dilaksanakan oleh Sekolah Dasar (SD) IT Insan Kamil dan SD S Muhammadiyah di Kabupaten Melawi.
Pemantik FGD sekaligus Dosen IKIP PGRI Pontianak, Muhammad Anwar Rube’I mengungkapkan agenda tersebut merupakan bentuk dukungan pihak kampus pada program pemerintah yang di lakukan untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia.
Dengan materi modul penguatan profil pelajar pancasila disambung dengan pemaparan perkembangan SD Swasta Muhammadiyah Nanga Pinoh dan SD IT Insan Kamil.
“Kegiatan P5 pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan dilingkungan sekitarnya,” kata Muhammad Anwar Rube’I kemarin.
Dirinya menambahkan IKIP PGRI Pontianak selalu siap mendukung dan berkolaborasi dengan pihak manapun dalam mensukseskan kegiatan P5.
Terutam kegiatan dalam upaya pengamalan tridarma perguruan tinggi yakni pendidikan pengajaran, penelitian pengembangan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pengamalan tridarma perguruan tinggi ini kolaborasi yang di lakukan oleh IKIP PGRI Pontianak dan STKIP Melawi,” katanya.
Perwakilan STKIP Melawi Deki Wibowo menjelaskan bahwa program P5 yang sudah dilakukan oleh sekolah di Melawi sebagai upaya pengenalan dini kepada siswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dengan melihat potensi yang ada di sekitar lingkungan.
Di antaranya SD Swasta Muhammadiyah Nanga Pinoh mengangkat tema kewirausahaan pengolahan singkong menjadi opak singkong. Lalu SD IT Insan Kamil melakukan proyek kewirausahaan dengan memanfaatkan barang bekas menjadi berkualitas.
“Kegiatan ini kolaborasi antara STKIP Melawi dan IKIP PGRI Pontianak,” jelasnya. (din)