Singkawang post author Kiwi 16 Oktober 2026

Puluhan Peserta APEKSI Rembuk Budaya Daerah di Singkawang

Photo of Puluhan Peserta APEKSI Rembuk Budaya Daerah di Singkawang Giat rembuk budaya daerah peserta APEKSI di Aula Hotel Swiss Belinn Singkawang, Jumat (16/10)

SINGKAWANG, SP - Puluhan peserta Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri agenda penting Rembuk Kebudayaan Daerah yang digelar di Aula Hotel Swiss-Belinn Singkawang, Jumat (16/10).

Rembuk kebudayaan yang berlangsung hangat dan penuh gagasan tersebut membahas berbagai isu strategis terkait kebudayaan untuk kemajuan daerah masing-masing. Berbagai praktik baik pengelolaan budaya dibagikan dalam forum tersebut.

Ketua Umum APEKSI, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa seluruh pemerintah kota di Indonesia sepakat mengadakan Rembuk Kebudayaan di Kota Singkawang karena memiliki alasan yang sangat kuat dan istimewa.

"Di pilihnya Kota Singkawang sebagai tuan rumah kegiatan ini adalah untuk melihat secara langsung bagaimana budaya menjadi bagian sebagai persaudaraan dan penggerak ekonomi," kata Eri.

Wali Kota Surabaya tersebut mencontohkan secara langsung keberhasilan Kota Singkawang dalam mengelola potensi budayanya. Singkawang memiliki budaya Cap Go Meh yang sudah sangat dikenal secara nasional bahkan hingga ke mancanegara.

Melalui perayaan budaya Cap Go Meh yang dikemas secara kolaboratif dan inklusif, kata Eri, bukan hanya berhasil menjadi pemersatu bangsa dan simbol toleransi, tetapi juga terbukti mampu menggerakkan perekonomian secara signifikan di Singkawang, mulai dari sektor UMKM, perhotelan, transportasi hingga pariwisata.

"Sehingga itulah yang menjadi alasan lainnya dipilihnya Kota Singkawang sebagai tuan rumah. Kita ingin belajar dari Singkawang," ujarnya.

Menurut Eri, pembangunan sebuah kota tidak boleh melupakan sejarah dan akar budayanya. Sebuah kota akan menjadi besar, maju, dan berkarakter ketika kita mengutamakan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan.

Dengan adanya rembuk kebudayaan ini, ia berharap anak-anak muda yang merupakan generasi penerus bangsa jangan pernah lupa dengan budaya kotanya masing-masing dan terus berinovasi untuk melestarikannya.

"Hari ini, semua kota akan saling belajar, tidak ada kota yang paling sempurna, tapi kelebihan-kelebihan kota yang ada yang salah satunya di Kota Singkawang akan kita terapkan di kota lainnya sehingga budaya akan menjadi ujung tombak untuk pergerakan ekonomi dan pembangunan yang ada di masing-masing kota di Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyambut baik dan merasa bangga Kota Singkawang dipercaya menjadi tuan rumah Rembuk Kebudayaan APEKSI.

Ia mengatakan, hasil dari rembuk budaya ini akan menjadi catatan penting dan berharga bagi Pemkot Singkawang dan pemerintah kota lainnya untuk dilaksanakan di daerah masing-masing.

"Budaya itu selain untuk memajukan perekonomian, juga merupakan kekuatan untuk daerah dan sebagai pemersatu bangsa," kata Tjhai Chui Mie.

Ia berharap, melalui forum APEKSI ini, kolaborasi antar kota dalam bidang kebudayaan semakin erat, sehingga kebudayaan benar-benar menjadi pilar utama dalam membangun Indonesia yang maju dengan tetap berakar pada jati diri bangsa. (rud)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda