Bengkayang,SP - Institut Shanti Bhuana (ISB) kembali menggelar sidang senat terbuka wisuda angkatan ke 4 yang dilaksanakan di Auditorium ISB pada Kamis (10/10).
Acara wisuda tahun ini lebih ramai dibanding yang sudah-sudah. Pasalnya, pada wisuda kali ini, selain dihadiri oleh orang tua, kerabat wisudawan/wisudawati, wisuda juga diramaikan oleh para tamu undangan dari berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta. Tidak hanya itu, hadir juga para orang tua asuh dari mahasiswa-mahasiswi yang lulus wisuda.
Rektor Institut Shanti Bhuana Romo Marianus Dinata Alnija menjelaskan wisuda ISB kali ini, meluluskan 69 wisudawan/wisudawati dari empat prodi yakni, Prodi Manajemen sebanyak 26 orang, Prodi Kewirausahaan sebanyak 21 orang, Prodi PGSD sebanyak 20 orang, dan yang terakhir prodi Teknologi Informasi 2 orang.
"Kelulusan para mahasiswa tersebut, merupakan awal bagi kesiapan mereka menghadapi peradaban global dalam masyarakat. Kami telah mempersiapkan dengan sebaik-baiknya, dengan satu harapan bahwa anak-anak kita menjadi duta kehidupan, duta kebaikan ditengah peradaban global, peradaban masyarakat yang kian hari kian berjalan dengan cepat,” ujar Romo Marianus Dinata Alnija.
Dalam kesempatan yang sama, pembina Yayasan Santo Yohanes Salib Romo Yohanes Indra Kusuma, CSE mengucapkan selamat kepada para wisudawan-wisudawati dengan harapan mereka dapat menjadi berkat bagi orang lain dengan membagikan apa yang diterima kepada sesama.
Sementara itu, dalam momen yang sama Pejabat Sementara (PJs) Bupati Bengkayang Manto menyampaikan ada 3 dimensi yang harus dipersiapkan bagi lulusan untuk menata masa depan, yakni dimensi kemampuan intelektual, dimensi emosional atau sosial, dan kemampuan menghadapi kemajuan teknologi, misalnya artifical intelligence (AI).
Manto berharap, mahasiswa yang telah menyelesaikan masa perkuliahan dapat berdedikasi untuk daerah kabupaten Bengkayang. Selain itu juga harus mampu berkompetisi dalam dunia kerja, punya keterampilan, spritual, dan juga SDM yang unggul.
"Manfaatkan peluang kerja yang ada disekitar kita. Saya percaya kemampuan kita tidak kalah dari lulusan kota besar bahkan luar negeri. Sesungguhnya sumber ilmu dipelajari dari mana saja," kata Manto.
Manto juga mengapresiasi gedung kampus ISB yang dinilai sangat megah. Iya menuturkan tak menyangka ada lembaga pendidikan di wilayah perbatasan yang berdiri megah , bahkan mengalahkan gedung kampus swasta lainnya yang ada di salah satu kota di Kalbar.
"Dengen begitu kita harap kedepan bisa menjadi Universitas, saya kaget ternyata ada kampus yang begitu megah di Bengkayang ini," ucap Manto.
Selain itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XI Dr. Muhammad Akbar menyampaikan juga bahwasannya modal utama untuk mengarungi kehidupan yang nyata adalah ilmu pengetahuan, harapannya generasi muda dapat berpartisipasi dalam mencerdaskan bangsa Indonesia.
Berdasarkan amanat yang disampaikan di atas, para wisudawan-wisudawati diharapkan mampu menanamkan sikap daya juang yang tinggi untuk menghadapi masa mendatang dengan tantangan-tantangan didalamnya.
"Momen wisuda ini tidak menjadi titik akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari komitmen mereka untuk memajukan bangsa dan negara," pungkasnya.(*)