Ketapang post author Kiwi 07 Oktober 2026

Audiensi dengan Peserta PKN Tingkat II Pemkab Ketapang, Bupati Dorong Inovasi Penanganan ATS dan Pemberdayaan Masyarakat

Photo of Audiensi dengan Peserta PKN Tingkat II Pemkab Ketapang, Bupati Dorong Inovasi Penanganan ATS dan Pemberdayaan Masyarakat Bupati Ketapang, Alexander Wilyo SSTP MSi menerima audiensi Peserta Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Pemerintah Kabupaten Ketapang di Pendopo Bupati Ketapang

KETAPANG, SP - Peserta Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang memaparkan gagasan dan rancangan aksi perubahan yang berfokus pada penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), penguatan kualitas data, serta strategi pemberdayaan masyarakat untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Ketapang.

Gagasan yang dipaparkan peserta PKN II dalam audiensi di Pendopo Bupati Ketapang, Senin (28/9) diapresiasi Bupati Ketapang, Alexander Wilyo SSTP MSi dan menekankan pentingnya menghadirkan inovasi yang tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi dapat memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.

MenurutBupati Alexander Wilyo, persoalan ATS perlu ditangani secara kolaboratif dengan melibatkan perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, satuan pendidikan, serta berbagai pihak terkait. Pendataan yang akurat menjadi langkah penting agar intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran.

“Yang paling penting adalah ada perubahan. Jangan hanya membuat program, tetapi harus terlihat hasilnya, terutama dalam menurunkan angka anak tidak sekolah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Selain penanganan ATS, audiensi juga membahas penguatan strategi pemberdayaan masyarakat melalui integrasi berbagai program pemerintah dan dukungan dunia usaha.

Bupati Alexander Wilyo mendorong agar program yang selama ini berjalan secara sektoral dapat dikolaborasikan, sehingga masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi.

Bupati Alexander Wilyo juga menekankan pentingnya pemutakhiran dan integrasi data sosial ekonomi. Data yang valid dan terintegrasi dinilai menjadi dasar utama dalam menentukan sasaran bantuan maupun program pemberdayaan masyarakat.

“Kalau datanya benar, kita bisa menentukan intervensi dengan tepat. Masyarakat yang membutuhkan harus mendapatkan perhatian, sementara program pemberdayaan harus diarahkan agar masyarakat bisa naik kelas dan mandiri,” ujarnya.(rls)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda