MOSCOW, SP – Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat, Anatoly Antonov, mengatakan penembakan oleh militer Ukraina dapat menyebabkan korban sipil di pinggiran kota Kiev, Bucha.
RIA Novosti, Senin, 4 April 2022, melaporkan, Anatoly Antonov, menyebut rezim Kiev mengalihkan kesalahan atas semua kekejaman ke Rusia.
Sebelumnya, pihak berwenang Ukraina dan media menerbitkan video yang direkam di Bucha, wilayah Kiev, di mana mayat-mayat tergeletak di jalan.
Jaringan memperhatikan "mayat" menggerakkan lengan mereka dan melepaskan anggota tubuh mereka agar tidak jatuh di bawah roda peralatan militer.
“Juga, di kaca spion mobil operator, Anda dapat melihat bagaimana salah satu yang "mati" bangkit segera setelah mobil lewat,” ujar Anatoly Antonov.
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut tembakan ini sebagai provokasi. Mereka menekankan selama ini titik tersebut berada di bawah kendali Rusia, tidak ada satu pun penduduk lokal yang menderita akibat tindakan kekerasan.
Selain itu, departemen mencatat bahwa pasukan Rusia meninggalkan kota pada Kamis, 30 Maret 2022, dan keesokan harinya, Jumat, 31 Maret 2022, Wali Kota Bucha, Anatoly Fedoruk, mengkonfirmasi dalam pesan videonya bahwa tidak ada personel militer Rusia di kota itu, tetapi tidak melaporkan apa pun.
Korban di antara penduduk sipil, dan "bukti kejahatan" pertama hanya muncul pada hari keempat masa tinggal Angkatan Bersenjata Ukraina di kota itu.
Kementerian Pertahanan Rusia, mengingatkan a pihak berwenang Ukraina menyebarkan kebohongan serupa tentang "serangan oleh Pasukan Dirgantara Rusia" di sebuah rumah sakit bersalin di Mariupol.
“Publikasi di media disertai dengan foto-foto wanita hamil yang diduga terluka selama serangan udara. Rusia membantah tuduhan ini,” kata Anatoly Antonov.
Jurubicara Kementerian Pertahanan Federasi Rusia, Mayor Jenderal Igor Kanashenkov, Jumat, 25 Maret 2022, mengumumkan operasi militer khusus Rusia ke Ukraina sejak Kamis, 24 Februari 2022, berjalan sesuai rencana.
Federasi Rusia, memasuki fase kedua operasi militer khusus, dengan menarik semua pasukan, terutam matra darat ke sektor timur, yaitu wilayah Donbass, mencakup Donetsk People’s Republic (DPR), Luhansk People’s Republic (LPR) dan Krimea. Krimea, memang dianeksasi Rusia sejak tahun 2014.
Kampanye Russophobia Volodymyr Zelenskyy
Federasi Rusia, memilih mundur, dalam kondisi Kiev, Ibu Kota Ukraina, masih dalam keadaan utuh, hanya jaringan infrastruktur militer Ukraina yang hancur total dampak serangan hari pertama, Kamis, 24 Februari 2022, memiliki makna simbolis.
Dalam beberapa kesempatan, Vladimir Putin, Presiden Rusia, menegaskan, Kiev bagian dari sejarah peradaban Rusia, sehingga tidak boleh dirusak.
Vladimir Putin menuding, kampanye russophobia dikumandangkan pemerintahan Presiden Volodymyr Zelensky didukung NATO, setelah menggulingan pemerintahan Presiden Viktor Yanukovych, 2014, mengabaikan Rusia, Ukraina dan Belasuria dalam satu kesatuan sejarah peradaban yang tidak terpisahkan.
Akar sejarah bermula dari adanya Kerajaan Kievan Rus, merupakan awal peradaban bangsa serumpun yang menghuni Ukraina, Belarusia, dan Rusia
Kerajaan Kievan Rus dihuni bangsa bernama Rurik pada tahun 880 Masehi hingga abad ke-12.
Raja pertamanya adalah Vladimir I dari Rurik. Pusat pemerintahannya ada di kota Kiev yang sekarang berada di Ukraina. Moscow, Ibu Kota Federasi Rusia, sekarang, ini, muncul setelah Kiev.
Karena itulah, dalam berbagai kesempatan, Vladimir Putin, menegaskan, Rusia bukan melakukan aneksasi, tapi hanya melumpuhkan infrastruktur militer Ukraina, sebagai upaya menciptakan Ukraina sebagai negara netral, demiliterisasi, ada jaminan tidak menjadi anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO) dimotori Amerika Serikat, denazifikasi (menumpas rezim Ukraina yang anti warga Ukraina pengguna Bahasa Rusia di Donbass dan Krimea).
Sejak tahun 2008, Rusia secara rutin memprotes ekspansi NATO ke Eropa timur, karena bentuk ancaman kedaulatan Rusia, tapi tidak dipedulikan NATO.
Apalagi setelah Ukraina, salah satu dari 15 negara pecahan negara Union of Soviet Socialist Republic (USSR) sejak 25 Desember 1991, berbatasan darat langsung dengan Rusia di sektor timur, bertekad menjadi anggota NATO, maka harus diantisipasi, melalui operasi militer khusus ke Ukraina timur, Kamis, 24 Februari 2022.
Sebelumnya pusat pemerintahan Kievan Rus berada di Ladoga, kemudian berpindah ke Novgorod, dan terakhir di Kiev. Ketiga tempat itu masih berada di aliran sungai Volga yang menjadi pusat aktivitas di masa lalu.
Setelah bangsa Mongol menyerang Rusia, ibukota Kiev dipindah ke Moskow. Namun pengaruh kota Kiev sebagai kota pertama yang dibangun megah dan menjadi pusat peradaban tidak bisa dihilangkan begitu saja.
Selain itu, lokasinya yang strategis dekat konstantinopel menjadikan kota Kiev penting dalam menyuplai rempah-rempah dan kebutuhan pokok lainnya.
Secara historis dan letak geografis, maka kawasan yang ada di Kiev begitu penting. Di abad pertengahan dan awal modern, daerah aliran sungai Volga menjadi pintu masuk bagi kekaisaran Rusia. Selain itu, masyarakat yang beretnis Rusia juga menyebar di bekas kerajaan Kievan Rus.
Pada masa revolusi Rusia, wilayah Ukraina memisahkan diri dari kekaisaran Rusia pada 23 Juni tahun 1918. Namun usia negara itu tidak lama, pada bulan Desember 1918, pemerintahan sementara digulingkan Republik Soviet Ukraina.
Setelah pergantian kepemimpinan, Republik Soviet Ukraina bergabung dengan Union of Soviet Socialist Republic (USSR) hingga bubar pada 25 Desember 1991.
Setelah memisahkan diri, Ukraina mencoba membangun negaranya setelah lama menyatu dengan USSR.
Presiden Ukraina, Viktor Yanukovych yang cukup familiar dengan Rusia, tapi tahun 2014, didukung NATO digulingkan Volodymyr Zelenskyy, sehingga kemudian muncul kampanye Russophobia yang berujung operasi militer khusus Rusia ke Ukraina timur sejak Kamis, 24 Februari 2022.
Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko dan Presiden Kazakhstan, Kassym Jomart Tokayeb, sebagai sekutu Federasi Rusia, tidak banyak memberikan komentar dalam konflik di Ukraina.
Prinsip kedaulatan negara
Analis pertahanan dan intelijen Universitas Jenderal Ahmad Yani Bandung, Dr Connie Rahakundini Bakrie, mengatakan, serangan terhadap negara lain, memang tidak bisa dibenarkan, tapi semua pihak harus bisa pula memahami kondisi Vladimir Putin, ketika wilayahnya sudah dikepung NATO, sehingga harus dilakukan langkah demi kedaulatan Rusia, sebagai sebuah negara.
“Kalau NATO tidak ekspansi ke Eropa timur, Rusia tidak akan melakukan operasi militer khusus ke Ukraina sejak Kamis, 24 Februari 2022. Ini serangan tersebar dalam sejarah Benua Eropa setelah Perang Dunia II, 1941 - 1945,” kata Connie Rahakundini Bakrie.
Pelaku bisnis, pegiat media sosial dan analis intelijen Indonesia, Erizely Bandaro, mengibaratkan NATO menimbulkan percikan api. Tapi setelah api membesar, sudah tidak mampu dipadamkan, karena Rusia dari persenjataan rudal hipersonik, senjata nuklir dan sistem pertahanan ruang angksa, terbaik dan tercanggih di dunia, NATO dimotori Amerika Serikat, malah sibuk menyalahkan negara lain.
Akan tetapi, China, Iran, dan Hungaria, bisa memahami langkah Presiden Rusia, Vladimir Putin dari aspek kesejarahan peradaban dan demi terjaminannya keamanan global.
Zhao Lijian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, mengolok-olok seruan Amerika Serikat untuk memihak.
Zhao Lijian, memposting kartun di akun twitter mengejek permintaan Amerika Serikat untuk tidak berpihak pada Federasi Rusia, Sabtu, 2 April 2022.
“Kalau ingin negara di dunia aman dan damai, mestinya NATO sudah harus bubar, bersamaan bubarnya USSR pada 25 Desember 1991,” tulis Zhao Lijian.
Gambar kartun mengolok-olok seruan Amerika Serikat yang menekan China untuk tidak memihak, dalam konteks perang Rusia dan Ukraina. Kartun itu memberi pesan bahwa jika Amerika Serikat memaksa untuk tidak memihak Rusia, maka Zhao Lijian sebenarnya Amerika Serikat ingin China berpihak pada Presiden Amerika Serikat, Josef R Biden.
Viktor Orban, Senin, 4 April 2022, mengumumkan menjadikan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sebagai musuh, usai Partai Fidez, berhasil menghantarnya untuk dipilih kembali menjadi Presiden Hungaria. Ini masa jabatan periode keempat bagi Presiden Hungaria, Viktor Orban sebagaimana dilaporkan Cable News Network (CNN).
Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian, menyalahkan NATO. "Krisis Ukraina berakar pada provokasi NATO," tulis Hossein Amir Abdollahian, Menteri Luar Negeri Iran, dalam akun twitter, Kamis, 24 Februari 2022.
Pandangan Vladimir Putin
Operasi militer khusus ke Ukraina sejak Kamis, 24 Februari 2022, mesti dipahami dalam konteks pemikiran Vladimir Putin, Presiden Rusia, dalam website Presiden Federasi Rusia, Moscow, edisi Juli 2021, dengan judul: On the Historical Unity of Russians and Ukrainians, sebagai berikut:
Selama Direct Line baru-baru ini, ketika saya ditanya tentang hubungan Rusia-Ukraina, saya mengatakan bahwa Rusia dan Ukraina adalah satu orang – satu kesatuan.
Kata-kata ini tidak didorong oleh beberapa pertimbangan jangka pendek atau didorong oleh konteks politik saat ini. Itu adalah apa yang telah saya katakan pada banyak kesempatan dan apa yang saya yakini dengan teguh.
Oleh karena itu saya merasa perlu untuk menjelaskan posisi saya secara rinci dan membagikan penilaian saya tentang situasi hari ini.
Pertama-tama, saya ingin menekankan bahwa tembok yang muncul dalam beberapa tahun terakhir antara Rusia dan Ukraina, di antara bagian-bagian dari apa yang pada dasarnya adalah ruang sejarah dan spiritual yang sama, menurut saya adalah kemalangan dan tragedi kita bersama. Ini adalah, pertama dan terutama, konsekuensi dari kesalahan kita sendiri yang dibuat pada periode waktu yang berbeda.
Tetapi ini juga merupakan hasil dari upaya yang disengaja oleh kekuatan-kekuatan yang selalu berusaha untuk merusak persatuan kita. Rumus yang mereka terapkan telah dikenal sejak dahulu kala – membagi dan memerintah.
Tidak ada hal baru disini. Oleh karena itu upaya untuk memainkan "masalah nasional" dan menabur perselisihan di antara orang-orang, tujuan utamanya adalah untuk memecah belah dan kemudian mengadu bagian-bagian dari satu orang satu sama lain.
Untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang masa kini dan melihat ke masa depan, kita perlu beralih ke sejarah. Tentu saja, tidak mungkin untuk membahas dalam artikel ini semua perkembangan yang telah terjadi selama lebih dari seribu tahun.
Tetapi saya akan fokus pada momen-momen penting dan penting yang penting untuk kita ingat, baik di Rusia maupun Ukraina.
Rusia, Ukraina, dan Belarusia semuanya adalah keturunan Rus Kuno, yang merupakan negara bagian terbesar di Eropa.
Slavia dan suku-suku lain di seluruh wilayah yang luas - dari Ladoga, Novgorod, dan Pskov hingga Kiev dan Chernigov - terikat bersama oleh satu bahasa (yang sekarang kita sebut sebagai Rusia Kuno), ikatan ekonomi, aturan para pangeran dari dinasti Rurik , dan – setelah pembaptisan Rusia – iman Ortodoks.
Pilihan spiritual yang dibuat Saint Vladimir, yang merupakan Pangeran Novgorod dan Pangeran Agung Kiev, masih sangat menentukan kedekatan kita hari ini.
Tahta Kiev memegang posisi dominan di Rus Kuno. Ini telah menjadi kebiasaan sejak akhir abad ke-9. The Tale of Bygone Years menangkap untuk anak cucu kata-kata Oleg sang Nabi tentang Kiev, "Biarkan itu menjadi ibu dari semua kota Rusia."
Belakangan, seperti negara-negara Eropa lainnya pada waktu itu, Rus Kuno menghadapi penurunan kekuasaan pusat dan fragmentasi. Pada saat yang sama, baik bangsawan maupun rakyat jelata menganggap Rus sebagai wilayah bersama, sebagai tanah air mereka.
Pertahankan kedaulatan terbatas
Fragmentasi meningkat setelah invasi dahsyat Batu Khan, yang menghancurkan banyak kota, termasuk Kiev. Bagian timur laut Rus jatuh di bawah kendali Golden Horde tetapi mempertahankan kedaulatan terbatas.
Tanah Rusia selatan dan barat sebagian besar menjadi bagian dari Grand Duchy of Lithuania, yang – paling signifikan – disebut dalam catatan sejarah sebagai Grand Duchy of Lithuania dan Rusia.
Anggota klan pangeran dan "boyar" akan berganti layanan dari satu pangeran ke pangeran lainnya, saling bermusuhan, tetapi juga menjalin persahabatan dan aliansi.
Voivode Bobrok dari Volyn dan putra Adipati Agung Lituania Algirdas – Andrey dari Polotsk dan Dmitry dari Bryansk – bertempur di sebelah Adipati Agung Dmitry Ivanovich dari Moskow di lapangan Kulikovo.
Pada saat yang sama, Adipati Agung Lituania Jogaila – putra Putri Tver – memimpin pasukannya untuk bergabung dengan Mamai. Ini semua adalah halaman dari sejarah kita bersama, yang mencerminkan sifatnya yang kompleks dan multidimensi.
Yang paling penting, orang-orang di tanah Rusia barat dan timur berbicara bahasa yang sama. Iman mereka adalah Ortodoks. Hingga pertengahan abad ke-15, pemerintahan gereja yang bersatu tetap ada.
Pada tahap baru perkembangan sejarah, baik Rus Lituania dan Rus Moskow dapat menjadi titik tarik dan konsolidasi wilayah Rus Kuno. Kebetulan Moskow menjadi pusat reunifikasi, melanjutkan tradisi kenegaraan Rusia kuno.
Pangeran Moskow – keturunan Pangeran Alexander Nevsky – membuang kuk asing dan mulai mengumpulkan tanah Rusia.
Di Grand Duchy of Lithuania, proses lain sedang berlangsung. Pada abad ke-14, elit penguasa Lituania masuk Katolik. Pada abad ke-16, ia menandatangani Union of Lublin dengan Kerajaan Polandia untuk membentuk Persemakmuran Polandia-Lithuania.
Bangsawan Katolik Polandia menerima kepemilikan tanah yang cukup besar dan hak istimewa di wilayah Rus. Sesuai dengan Persatuan Brest 1596, bagian dari pendeta Ortodoks Rusia barat tunduk pada otoritas Paus. Proses Polonisasi dan Latinisasi dimulai, menyingkirkan Ortodoksi.
Hetman Bohdan Khmelnytsky
Akibatnya, pada abad 16-17, gerakan pembebasan penduduk Ortodoks semakin menguat di wilayah Dnieper. Peristiwa pada masa Hetman Bohdan Khmelnytsky menjadi titik balik. Pendukungnya berjuang untuk otonomi dari Persemakmuran Polandia-Lithuania.
Dalam permohonannya pada tahun 1649 kepada raja Persemakmuran Polandia-Lithuania, Tuan Rumah Zaporizhia menuntut agar hak-hak penduduk Ortodoks Rusia dihormati, bahwa voivode Kiev adalah orang Rusia dan kepercayaan Yunani, dan bahwa penganiayaan terhadap gereja-gereja Tuhan dihentikan. Tetapi Cossack tidak terdengar.
Bohdan Khmelnytsky kemudian mengajukan banding ke Moskow, yang dipertimbangkan oleh Zemsky Sobor.
Pada 1 Oktober 1653, para anggota badan perwakilan tertinggi negara Rusia memutuskan untuk mendukung saudara-saudara seiman mereka dan menempatkan mereka di bawah perlindungan.
Pada Januari 1654, Dewan Pereyaslav mengkonfirmasi keputusan itu. Selanjutnya, duta besar Bohdan Khmelnytsky dan Moskow mengunjungi lusinan kota, termasuk Kiev, yang penduduknya bersumpah setia kepada tsar Rusia. Kebetulan, hal semacam itu tidak terjadi pada akhir Union of Lublin.
Dalam sebuah surat ke Moskow pada tahun 1654, Bohdan Khmelnytsky berterima kasih kepada Tsar Aleksey Mikhaylovich karena telah membawa "seluruh Hosti Zaporizhia dan seluruh dunia Ortodoks Rusia di bawah tangan Tsar yang kuat dan tinggi".
Ini berarti bahwa, dalam permohonan mereka kepada raja Polandia dan tsar Rusia, Cossack menyebut dan mendefinisikan diri mereka sebagai orang-orang Ortodoks Rusia.
Selama perang berkepanjangan antara negara Rusia dan Persemakmuran Polandia-Lithuania, beberapa hetman, penerus Bohdan Khmelnytsky, akan "melepaskan diri" dari Moskow atau mencari dukungan dari Swedia, Polandia, atau Turki.
Tapi, sekali lagi, bagi rakyat, itu adalah perang pembebasan. Itu berakhir dengan Gencatan Senjata Andrusovo pada tahun 1667. Hasil akhirnya disegel oleh Perjanjian Perdamaian Abadi pada tahun 1686.
Negara Rusia menggabungkan kota Kiev dan tanah di tepi kiri Sungai Dnieper, termasuk wilayah Poltava, wilayah Chernigov , dan Zaporozhye. Penduduk mereka dipersatukan kembali dengan bagian utama dari orang-orang Ortodoks Rusia. Wilayah-wilayah ini disebut sebagai "Malorossia" (Rusia Kecil).
Nama "Ukraina" lebih sering digunakan dalam arti kata Rusia Kuno "okraina" (pinggiran), yang ditemukan dalam sumber tertulis dari abad ke-12, mengacu pada berbagai wilayah perbatasan. Dan kata "Ukraina", dilihat dari dokumen arsip, awalnya mengacu pada penjaga perbatasan yang melindungi perbatasan eksternal.
Persemakmuran Polandia-Lithuania
Di tepi kanan, yang tetap berada di bawah Persemakmuran Polandia-Lithuania, tatanan lama dipulihkan, dan penindasan sosial dan agama meningkat. Sebaliknya, tanah di tepi kiri, yang diambil di bawah perlindungan negara kesatuan, mengalami perkembangan pesat.
Orang-orang dari tepi Dnieper yang lain pindah ke sini secara massal. Mereka mencari dukungan dari orang-orang yang berbicara dalam bahasa yang sama dan memiliki keyakinan yang sama.
Selama Perang Utara Besar dengan Swedia, orang-orang di Malorossia tidak dihadapkan pada pilihan untuk memihak siapa. Hanya sebagian kecil dari Cossack yang mendukung pemberontakan Mazepa. Orang-orang dari semua ordo dan derajat menganggap diri mereka Rusia dan Ortodoks.
Perwira senior Cossack milik bangsawan akan mencapai puncak karir politik, diplomatik, dan militer di Rusia. Lulusan Akademi Kiev-Mohyla memainkan peran utama dalam kehidupan gereja.
Ini juga terjadi selama Hetmanate – sebuah formasi negara yang pada dasarnya otonom dengan struktur internal khusus – dan kemudian di Kekaisaran Rusia.
Orang Malorus dalam banyak hal membantu membangun negara bersama yang besar – kenegaraan, budaya, dan sainsnya.
Mereka berpartisipasi dalam eksplorasi dan pengembangan Ural, Siberia, Kaukasus, dan Timur Jauh. Kebetulan, selama periode Soviet, penduduk asli Ukraina memegang jabatan utama, termasuk yang tertinggi, dalam kepemimpinan negara bersatu.
Cukuplah untuk mengatakan bahwa Nikita Khrushchev dan Leonid Brezhnev, yang biografi partainya paling terkait erat dengan Ukraina, memimpin Partai Komunis Uni Soviet, Communist Party of the Soviet Union (CPSU) selama hampir 30 tahun.
Pada paruh kedua abad ke-18, setelah perang dengan Kekaisaran Ottoman, Rusia menggabungkan Krimea dan wilayah Laut Hitam, yang kemudian dikenal sebagai Novorossiya. Mereka dihuni oleh orang-orang dari semua provinsi Rusia. Setelah pembagian Persemakmuran Polandia-Lithuania, Kekaisaran Rusia merebut kembali wilayah barat Rusia Kuno, dengan pengecualian Galicia dan Transcarpathia, yang menjadi bagian dari Kekaisaran Austria – dan kemudian Austria-Hongaria.
Penggabungan tanah Rusia barat ke dalam satu negara bukan hanya hasil dari keputusan politik dan diplomatik. Hal itu dilatarbelakangi oleh kepercayaan yang sama, tradisi budaya yang sama, dan – saya ingin menekankannya sekali lagi – kesamaan bahasa.
Jadi, pada awal abad ke-17, salah satu hierarki Gereja Uniate, Joseph Rutsky, mengomunikasikan ke Roma bahwa orang-orang di Moscovia menyebut orang Rusia dari Persemakmuran Polandia-Lithuania sebagai saudara mereka, bahwa bahasa tertulis mereka benar-benar identik, dan perbedaan dalam bahasa daerah tidak signifikan.
Dia membuat analogi dengan penduduk Roma dan Bergamo. Ini adalah, seperti yang kita ketahui, pusat dan utara Italia modern.
Fragmentasi selama berabad-abad dan hidup dalam negara bagian yang berbeda secara alami membawa kekhasan bahasa daerah, yang mengakibatkan munculnya dialek. Bahasa daerah memperkaya bahasa sastra. Ivan Kotlyarevsky, Grigory Skovoroda, dan Taras Shevchenko memainkan peran besar di sini.
Karya-karya mereka adalah warisan sastra dan budaya kita bersama. Taras Shevchenko menulis puisi dalam bahasa Ukraina, dan prosa terutama dalam bahasa Rusia. Buku-buku Nikolay Gogol, seorang patriot Rusia dan penduduk asli Poltavshchyna, ditulis dalam bahasa Rusia, penuh dengan ucapan dan motif rakyat Malorus.
Entitas beragam secara etnis dan agama
Bagaimana warisan ini dapat dibagi antara Rusia dan Ukraina? Dan mengapa melakukannya?
Tanah barat daya Kekaisaran Rusia, Malorussia dan Novorossiya, dan Krimea berkembang sebagai entitas yang beragam secara etnis dan agama. Tatar Krimea, Armenia, Yunani, Yahudi, Karait, Krymchaks, Bulgaria, Polandia, Serbia, Jerman, dan bangsa lain tinggal di sini.
Mereka semua mempertahankan kepercayaan, tradisi, dan adat istiadat mereka.
Penggabungan tanah Rusia barat ke dalam satu negara bukan hanya hasil dari keputusan politik dan diplomatik. Hal itu dilatarbelakangi oleh kepercayaan yang sama, tradisi budaya yang sama, dan – saya ingin menekankannya sekali lagi – kesamaan bahasa.
Jadi, pada awal abad ke-17, salah satu hierarki Gereja Uniate, Joseph Rutsky, mengomunikasikan ke Roma bahwa orang-orang di Moscovia menyebut orang Rusia dari Persemakmuran Polandia-Lithuania sebagai saudara mereka, bahwa bahasa tertulis mereka benar-benar identik, dan perbedaan dalam bahasa daerah tidak signifikan.
Dia membuat analogi dengan penduduk Roma dan Bergamo. Ini adalah, seperti yang kita ketahui, pusat dan utara Italia modern.
Fragmentasi selama berabad-abad dan hidup dalam negara bagian yang berbeda secara alami membawa kekhasan bahasa daerah, yang mengakibatkan munculnya dialek. Bahasa daerah memperkaya bahasa sastra.
Ivan Kotlyarevsky, Grigory Skovoroda, dan Taras Shevchenko memainkan peran besar di sini. Karya-karya mereka adalah warisan sastra dan budaya kita bersama.
Taras Shevchenko menulis puisi dalam bahasa Ukraina, dan prosa terutama dalam bahasa Rusia. Buku-buku Nikolay Gogol, seorang patriot Rusia dan penduduk asli Poltavshchyna, ditulis dalam bahasa Rusia, penuh dengan ucapan dan motif rakyat Malorus.
Bagaimana warisan ini dapat dibagi antara Rusia dan Ukraina? Dan mengapa melakukannya?
Tanah barat daya Kekaisaran Rusia, Malorussia dan Novorossiya, dan Krimea berkembang sebagai entitas yang beragam secara etnis dan agama. Tatar Krimea, Armenia, Yunani, Yahudi, Karait, Krymchaks, Bulgaria, Polandia, Serbia, Jerman, dan bangsa lain tinggal di sini.
Mereka semua mempertahankan kepercayaan, tradisi, dan adat istiadat mereka.
Sejak akhir abad ke-19, otoritas Austro-Hongaria telah dikaitkan dengan narasi ini, menggunakannya sebagai penyeimbang gerakan nasional Polandia dan sentimen pro-Moskow di Galicia.
Selama Perang Dunia I (28 Juli 1914 - 11 November 1918), Wina berperan dalam pembentukan apa yang disebut Legiun Senapan Sich Ukraina. Orang Galicia yang dicurigai bersimpati dengan Kristen Ortodoks dan Rusia menjadi sasaran sasaran brutal dan fokus ke kamp konsentrasi Thalerhof dan Terezin.
Perkembangan lebih lanjut berkaitan dengan runtuhnya Eropa, perang saudara yang hebat di wilayah luas mengenal Rusia, dan intervensi asing.
Setelah Revolusi Februari, pada bulan Maret 1917, Central Rada didirikan di Kiev, untuk menjadi organ kekuasaan tertinggi. Pada November 1917, dalam Universal Ketiganya, ia mendeklarasikan pembentukan Republik Rakyat Ukraina, Ukraine People’s Republic (UPR) sebagai bagian dari Rusia.
Pertemuan tahun 1918
Pada Desember 1917, perwakilan UPR tiba di Brest-Litovsk, tempat Rusia Soviet berunding dengan Jerman dan sekutunya. Pada pertemuan tanggal 10 Januari 1918, kepala delegasi Ukraina membacakan catatan yang memproklamasikan kemerdekaan Ukraina.
Selanjutnya, Central Rada memproklamirkan Ukraina merdeka dalam Universal Keempatnya.
Kedaulatan yang dideklarasikan tidak berlangsung lama. Hanya beberapa minggu kemudian, delegasi Rada menjanjikan secara terpisah dengan negara-negara blok Jerman.
Jerman dan Austria-Hongaria pada saat itu berada dalam situasi yang mengerikan dan membutuhkan roti dan bahan mentah Ukraina. Untuk pasokan skala besar, mereka memperoleh persetujuan untuk mengirim pasukan dan staf teknis mereka ke UPR.
Bahkan, ini digunakan sebagai dalih untuk pendudukan.
Bagi mereka yang saat ini kekuatan telah menyerahkan kendali penuh Ukraina kepada eksternal, akan menjadi pelajaran untuk mengingat bahwa, pada tahun 1918, keputusan seperti itu terbukti fatal bagi rezim yang berkuasa di Kiev.
Dengan keterlibatan langsung dari pasukan pendudukan, Central Rada digulingkan dan Hetman Pavlo Skoropadskyi dibawa ke tampuk kekuasaan, menyatakan sebagai ganti UPR Negara Ukraina, yang pada dasarnya berada di bawah protektorat Jerman.
Pada bulan November 1918 – setelah peristiwa revolusioner di Jerman dan Austria-Hongaria – Pavlo Skoropadskyi, yang kehilangan dukungan dari bayonet Jerman, mengambil alih arah yang berbeda, menyatakan bahwa “Ukraina akan memimpin dalam pembentukan Federasi Seluruh Rusia”.
Namun, rezim segera berubah lagi. Sekarang adalah waktu yang disebut Direktorat.
Pada musim gugur 1918, kaum nasionalis Ukraina memproklamasikan Republik Rakyat Ukraina Barat, Western Ukraine People’s Republic (WUPR) dan, pada Januari 1919, mengumumkan penyatuannya dengan Republik Rakyat Ukraina.
Pada Juli 1919, pasukan Ukraina menguasai oleh pasukan Polandia, dan wilayah bekas WUPR berada di bawah kekuasaan Polandia.
Pada bulan April 1920, Symon Petliura (digambarkan sebagai salah satu "pahlawan" di Ukraina hari ini) menyimpulkan kesimpulan atas nama Direktorat UPR, menyerah – sebagai ketidakseimbangan atas dukungan militer – Galicia dan Western Volhynia tiba di Polandia.
Pada Mei 1920, Petliurit memasuki Kiev dalam konvoi unit militer Polandia.
Tapi tidak lama. Pada awal November 1920, setelah melihat senjata antara Polandia dan Rusia Soviet, sisa-sisa pasukan Petliura menyerah kepada orang-orang Polandia yang sama.
Bekas Kekaisaran Rusia
Contoh UPR menunjukkan bahwa berbagai jenis formasi kuasi-negara yang muncul di bekas Kekaisaran Rusia pada saat Perang Saudara dan turbulensi pada dasarnya tidak stabil.
Nasionalis berusaha untuk menciptakan negara merdeka mereka sendiri, sementara para pemimpin gerakan Putih menganjurkan Rusia yang tak terpisahkan.
Banyak republik yang didirikan oleh pendukung Bolshevik juga tidak melihat diri mereka berada di luar Rusia. Namun demikian, para pemimpin Partai Bolshevik terkadang pada dasarnya mengusir mereka dari Soviet Rusia karena berbagai alasan.
Jadi, pada awal 1918, Republik Soviet Donetsk-Krivoy Rog diproklamasikan dan meminta Moskow untuk memasukkannya ke dalam Soviet Rusia.
Ini disambut dengan penolakan. Selama pertemuan dengan para pemimpin republik, Vladimir Lenin bersikeras bahwa mereka bertindak sebagai bagian dari Soviet Ukraina.
Pada tanggal 15 Maret 1918, Komite Sentral Partai Komunis Rusia (Bolshevik) secara langsung memerintahkan agar delegasi dikirim ke Kongres Soviet Ukraina, termasuk dari Cekungan Donetsk, dan bahwa "satu pemerintahan untuk seluruh Ukraina" dibentuk di kongres tersebut.
Wilayah Republik Soviet Donetsk-Krivoy Rog kemudian membentuk sebagian besar wilayah tenggara Ukraina.
Di bawah Perjanjian Riga 1921, yang dibuat antara Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia (RSFS) Rusia, Republik Sosialis Soviet Ukraina (RSSU) dan Polandia, wilayah barat bekas Kekaisaran Rusia diserahkan ke Polandia.
Pada periode antar perang, pemerintah Polandia menjalankan kebijakan pemukiman kembali yang aktif, berusaha untuk mengubah komposisi etnis Perbatasan Timur – nama Polandia untuk apa yang sekarang disebut Ukraina Barat, Belarus Barat, dan sebagian Lituania.
Daerah-daerah itu menjadi sasaran Polonisasi yang keras, budaya dan tradisi lokal ditekan. Kemudian, selama Perang Dunia II, kelompok radikal nasionalis Ukraina menggunakan ini sebagai dalih untuk teror tidak hanya terhadap Polandia, tetapi juga terhadap populasi Yahudi dan Rusia.
Pada tahun 1922, ketika Uni Soviet didirikan, dengan Republik Sosialis Soviet Ukraina menjadi salah satu pendirinya, perdebatan yang agak sengit di antara para pemimpin Bolshevik menghasilkan implementasi rencana Lenin untuk membentuk negara serikat sebagai federasi republik-republik yang setara.
Konstitusi USSR 1924
Hak bagi republik-republik untuk secara bebas memisahkan diri dari Uni termasuk dalam teks Deklarasi tentang Pembentukan Uni Republik Sosialis Soviet dan, selanjutnya, dalam Konstitusi USSR 1924.
Dengan demikian, para penulis menanamkan di dasar negara kita bom waktu paling berbahaya, yang meledak saat mekanisme keamanan yang disediakan oleh peran utama CPSU hilang, partai itu sendiri runtuh dari dalam. Sebuah "parade kedaulatan" diikuti.
Pada tanggal 8 Desember 1991, apa yang disebut Perjanjian Belovezh tentang Penciptaan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka ditandatangani, yang menyatakan bahwa "Uni Soviet sebagai subjek hukum internasional dan realitas geopolitik tidak ada lagi." Omong-omong,
Ukraina tidak pernah menandatanganinya atau meratifikasi The Commonwealth of Independent States (CIS), 8 Desember 1993.
Pada 1920-an-1930-an, kaum Bolshevik secara aktif mempromosikan "kebijakan pelokalan", yang berbentuk Ukrainisasi di RSS Ukraina. Secara simbolis, sebagai bagian dari kebijakan ini dan dengan persetujuan penguasa USSR, Mikhail Grushevskiy, mantan ketua Central Rada, salah satu ideolog nasionalisme Ukraina, yang dalam jangka waktu tertentu telah didukung oleh Austria-Hongaria, dikembalikan ke Uni Soviet dan terpilih sebagai anggota Akademi Ilmu Pengetahuan.
Kebijakan lokalisasi tidak diragukan lagi memainkan peran utama dalam pengembangan dan konsolidasi budaya, bahasa, dan identitas Ukraina. Pada saat yang sama, dengan kedok memerangi apa yang disebut chauvinisme kekuatan besar Rusia, Ukrainaisasi sering dikenakan pada mereka yang tidak melihat diri mereka sebagai orang Ukraina.
Kebijakan nasional USSR menjamin di tingkat negara bagian ketentuan tentang tiga bangsa Slavia yang terpisah: Rusia, Ukraina dan Belarusia, bukannya bangsa Rusia yang besar, sebuah bangsa tritunggal yang terdiri dari Velikorussia, Malorussia, dan Belorusia.
Pada tahun 1939, USSR mendapatkan kembali tanah yang sebelumnya direbut oleh Polandia.
Sebagian besar dari ini menjadi bagian dari RSS Ukraina. Pada tahun 1940, RSS Ukraina menggabungkan sebagian Bessarabia, yang telah diduduki oleh Rumania sejak 1918, serta Bukovina Utara.
Pada tahun 1948, Pulau Zmeyiniy (Pulau Ular) di Laut Hitam menjadi bagian dari Ukraina. Pada tahun 1954, Wilayah Krimea RSFSR diberikan kepada RSS Ukraina, yang merupakan pelanggaran berat terhadap norma-norma hukum yang berlaku pada saat itu.
Saya ingin memikirkan nasib Rutenia Carpathian, yang menjadi bagian dari Cekoslowakia setelah pecahnya Austria - Hongaria. Rusin merupakan bagian yang cukup besar dari populasi lokal.
Meskipun hal ini hampir tidak disebutkan lagi, setelah pembebasan Transcarpathia oleh pasukan Soviet, kongres penduduk Ortodoks di wilayah tersebut memilih untuk memasukkan Ruthenia Carpathia di RSFSR atau, sebagai republik Carpathian yang terpisah, di USSR. Namun pilihan orang diabaikan.
Pada musim panas 1945, tindakan bersejarah penyatuan kembali Carpathian Ukraina "dengan tanah air kuno, Ukraina" – seperti yang dikatakan surat kabar The Pravda – diumumkan.
Produk era USSR
Oleh karena itu, Ukraina modern sepenuhnya merupakan produk era USSR. Kami tahu dan ingat betul bahwa itu dibentuk - untuk sebagian besar - di tanah Rusia yang bersejarah. Untuk memastikannya, cukup dengan melihat batas-batas tanah yang bersatu kembali dengan negara Rusia pada abad ke-17 dan wilayah RSS Ukraina ketika meninggalkan USSR.
Kaum Bolshevik memperlakukan orang-orang Rusia sebagai bahan yang tak habis-habisnya untuk eksperimen sosial mereka.
Mereka memimpikan sebuah revolusi dunia yang akan melenyapkan negara-negara nasional. Itulah sebabnya mereka begitu murah hati dalam menarik perbatasan dan menganugerahkan hadiah teritorial.
Tidak lagi penting apa sebenarnya ide para pemimpin Bolshevik yang membelah negara itu menjadi berkeping-keping. Kita bisa tidak setuju tentang detail kecil, latar belakang, dan logika di balik keputusan tertentu.
Satu fakta sangat jelas: Rusia memang dirampok. Saat mengerjakan artikel ini, saya mengandalkan dokumen sumber terbuka yang berisi fakta terkenal daripada beberapa catatan rahasia.
Para pemimpin Ukraina modern dan "pelindung" eksternal mereka lebih suka mengabaikan fakta-fakta ini.
Namun, mereka tidak melewatkan kesempatan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk mengutuk "kejahatan rezim Soviet", dengan mencantumkan di antaranya peristiwa-peristiwa yang tidak ada hubungannya dengan CPSU, maupun Uni Soviet, apalagi Rusia modern.
Pada saat yang sama, upaya Bolshevik untuk melepaskan diri dari wilayah bersejarah Rusia tidak dianggap sebagai kejahatan. Dan kami tahu mengapa: jika mereka menyebabkan melemahnya Rusia, niat buruk kami senang dengan itu.
Tentu saja, di dalam USSR, perbatasan antar republik tidak pernah dilihat sebagai perbatasan negara; mereka nominal dalam satu negara, yang, sementara menampilkan semua atribut federasi, sangat terpusat - ini, sekali lagi, dijamin oleh peran utama CPSU.
Tetapi pada tahun 1991, semua wilayah itu, dan, yang lebih penting, orang-orang, menemukan diri mereka di luar negeri dalam semalam, diambil, kali ini memang, dari tanah air bersejarah mereka.
Apa yang bisa dikatakan tentang ini?
Banyak hal berubah: negara dan komunitas tidak terkecuali. Tentu saja, sebagian masyarakat dalam proses perkembangannya, yang dipengaruhi oleh sejumlah alasan dan keadaan sejarah, dapat menyadari dirinya sebagai bangsa yang terpisah pada saat tertentu.
Bagaimana kita harus memperlakukan itu?
Hanya ada satu jawaban: dengan hormat!
Saint Petersburg Anatoly Sobchak
Anda ingin membangun negara Anda sendiri: sama-sama! Tapi apa syaratnya? Saya akan mengingat penilaian yang diberikan oleh salah satu tokoh politik Rusia baru yang paling menonjol, walikota pertama Saint Petersburg Anatoly Sobchak.
Sebagai seorang ahli hukum yang percaya bahwa setiap keputusan harus sah, pada tahun 1992, ia berbagi pendapat berikut: republik-republik yang merupakan pendiri Uni, setelah mencela Perjanjian Uni 1922, harus kembali ke batas-batas yang mereka miliki sebelum bergabung dengan Soviet Persatuan.
Semua akuisisi teritorial lainnya dapat didiskusikan, dinegosiasikan, mengingat landasannya telah dicabut.
Dengan kata lain, ketika Anda pergi, bawalah apa yang Anda bawa. Logika ini sulit dibantah. Saya hanya akan mengatakan bahwa Bolshevik telah memulai membentuk kembali batas-batas bahkan sebelum USSR, memanipulasi wilayah sesuai keinginan mereka, dengan mengabaikan pandangan orang.
Federasi Rusia mengakui realitas geopolitik baru: dan tidak hanya mengakui, tetapi, memang, melakukan banyak hal bagi Ukraina untuk memantapkan dirinya sebagai negara merdeka.
Sepanjang tahun 1990-an yang sulit dan di milenium baru, kami telah memberikan banyak dukungan kepada Ukraina.
Apapun "aritmatika politik" yang mungkin ingin diterapkan oleh Kiev sendiri, pada tahun 1991–2013, penghematan anggaran Ukraina berjumlah lebih dari USD 82 miliar, sementara hari ini, ia hanya memegang USD1,5 miliar pembayaran Rusia untuk transit gas ke Eropa.
Jika hubungan ekonomi antara negara kita dipertahankan, Ukraina akan menikmati keuntungan puluhan miliar dolar.
Ukraina dan Rusia telah berkembang sebagai sistem ekonomi tunggal selama beberapa dekade dan abad.
Kerja sama mendalam yang kami miliki 30 tahun lalu adalah contoh yang patut dicontoh oleh Uni Eropa. Kami adalah mitra ekonomi pelengkap alami. Hubungan yang erat tersebut dapat memperkuat keunggulan kompetitif, meningkatkan potensi kedua negara.
Ukraina dulunya memiliki potensi besar, termasuk infrastruktur yang kuat, sistem transportasi gas, pembuatan kapal canggih, penerbangan, roket dan industri teknik instrumen, serta sekolah ilmiah, desain, dan teknik kelas dunia.
Mengambil alih warisan ini dan mendeklarasikan kemerdekaan, para pemimpin Ukraina berjanji bahwa ekonomi Ukraina akan menjadi salah satu yang terkemuka dan standar hidup akan menjadi yang terbaik di Eropa.
Saat ini, raksasa industri teknologi tinggi yang pernah menjadi kebanggaan Ukraina dan seluruh Uni, tenggelam. Hasil rekayasa telah turun 42 persen selama sepuluh tahun.
Skala deindustrialisasi dan degradasi ekonomi secara keseluruhan terlihat dalam produksi listrik Ukraina, yang mengalami penurunan hampir dua kali dalam 30 tahun.
Terakhir, menurut laporan International Monetary Fund (IMF), pada 2019, sebelum pandemi virus corona merebak, PDB per kapita Ukraina sempat di bawah USD4 ribu.
Ini kurang dari di Republik Albania, Republik Moldova, atau Kosovo yang tidak dikenal. Saat ini, Ukraina adalah negara termiskin di Eropa.
Pihak berwenang Ukraina
Siapa yang harus disalahkan untuk ini?
Apakah ini salah rakyat Ukraina?
Tentu tidak.
Pihak berwenang Ukraina-lah yang mengekang dan menyia-nyiakan pencapaian banyak generasi. Kami tahu betapa pekerja keras dan berbakatnya orang-orang Ukraina.
Mereka dapat mencapai kesuksesan dan hasil yang luar biasa dengan ketekunan dan tekad. Dan kualitas-kualitas ini, serta keterbukaan, optimisme bawaan, dan keramahan mereka belum hilang.
Perasaan jutaan orang yang memperlakukan Rusia tidak hanya dengan baik tetapi dengan kasih sayang yang besar, seperti yang kami rasakan tentang Ukraina, tetap sama.
Hingga 2014, ratusan perjanjian dan proyek bersama ditujukan untuk mengembangkan ekonomi, bisnis, dan ikatan budaya kita, memperkuat keamanan, dan memecahkan masalah sosial dan lingkungan bersama.
Mereka membawa manfaat nyata bagi orang-orang – baik di Rusia maupun Ukraina. Inilah yang kami yakini paling penting. Dan itulah mengapa kami memiliki interaksi yang bermanfaat dengan semua, saya tekankan, dengan semua pemimpin Ukraina.
Bahkan setelah peristiwa di Kiev tahun 2014, saya menugaskan pemerintah Rusia untuk menguraikan opsi untuk melestarikan dan mempertahankan hubungan ekonomi kita di dalam kementerian dan lembaga terkait.
Namun, ada dan masih belum ada keinginan bersama untuk melakukan hal yang sama. Namun demikian, Rusia masih merupakan salah satu dari tiga mitra dagang utama Ukraina, dan ratusan ribu orang Ukraina datang kepada kami untuk bekerja, dan mereka mendapatkan sambutan dan dukungan yang disambut baik. Jadi apa itu "negara agresor".
Ketika USSR runtuh pada 25 Desember 1991, banyak orang di Rusia dan Ukraina dengan tulus percaya dan berasumsi bahwa ikatan budaya, spiritual, dan ekonomi kita yang erat pasti akan bertahan, seperti halnya kesamaan orang-orang kita, yang selalu memiliki rasa persatuan pada intinya.
Namun, peristiwa – awalnya secara bertahap, dan kemudian lebih cepat – mulai bergerak ke arah yang berbeda.
Intinya, lingkaran penguasa Ukraina memutuskan untuk membenarkan kemerdekaan negara mereka melalui penolakan masa lalunya, bagaimanapun, kecuali untuk masalah perbatasan.
Mereka mulai membuat mitologi dan menulis ulang sejarah, menyunting segala sesuatu yang menyatukan kita, dan merujuk pada periode ketika Ukraina menjadi bagian dari Kekaisaran Rusia dan Uni Soviet sebagai pendudukan.
Tragedi umum kolektivisasi dan kelaparan pada awal 1930-an digambarkan sebagai genosida rakyat Ukraina.
Kaum radikal dan neo-Nazi terbuka dan semakin kurang ajar tentang ambisi mereka. Mereka dimanjakan oleh otoritas resmi dan oligarki lokal, yang merampok rakyat Ukraina dan menyimpan uang curian mereka di bank-bank Barat, siap untuk menjual tanah air mereka demi mempertahankan modal mereka.
Untuk ini harus ditambahkan kelemahan terus-menerus dari lembaga-lembaga negara dan posisi sandera bersedia untuk geopolitik akan orang lain.
Saya ingat dulu, jauh sebelum 2014, negara-negara Amerika Serikat dan Uni Eropa secara sistematis dan konsisten mendorong Ukraina untuk membatasi dan membatasi kerja sama ekonomi dengan Rusia.
Kami, sebagai mitra perdagangan dan ekonomi terbesar Ukraina, menyarankan untuk membahas masalah yang muncul dalam format Ukraina – Rusia – Uni Eropa.
Tetapi setiap kali kami diberitahu bahwa Rusia tidak ada hubungannya dengan itu dan bahwa masalah ini hanya menyangkut Uni Eropa dan Ukraina. Secara de facto, negara-negara Barat menolak seruan Rusia untuk berdialog.
Langkah demi langkah, Ukraina terseret ke dalam permainan geopolitik berbahaya yang bertujuan mengubah Ukraina menjadi penghalang antara Eropa dan Rusia, batu loncatan melawan Rusia.
Kebutuhan konsep anti Rusia
Tak pelak, ada saatnya konsep "Ukraina bukan Rusia" tidak lagi menjadi pilihan. Ada kebutuhan akan konsep "anti-Rusia" yang tidak akan pernah kami terima.
Pemilik proyek ini mengambil landasan lama dari ideolog Polandia-Austria untuk menciptakan "Rusia anti-Moskow". Dan tidak perlu menipu siapa pun bahwa ini dilakukan untuk kepentingan rakyat Ukraina.
Persemakmuran Polandia-Lithuania tidak pernah membutuhkan budaya Ukraina, apalagi otonomi Cossack.
Di Austria-Hongaria, tanah Rusia yang bersejarah dieksploitasi tanpa ampun dan tetap menjadi yang termiskin. Nazi, yang didukung oleh kolaborator dari the Organization of Ukrainian Nationalists and the Ukrainian Insurgent Army (OUN-UPA), tidak membutuhkan Ukraina, tetapi ruang hidup dan budak untuk tuan Arya.
Kepentingan rakyat Ukraina juga tidak dipikirkan pada Februari 2014. Ketidakpuasan publik yang sah, yang disebabkan oleh masalah sosial-ekonomi yang akut, kesalahan, dan tindakan tidak konsisten dari pihak berwenang saat itu, dieksploitasi secara sinis.
Negara-negara Barat secara langsung ikut campur dalam urusan internal Ukraina dan mendukung kudeta.
Kelompok nasionalis radikal berperan sebagai pendobraknya. Slogan, ideologi, dan Russophobia agresif mereka yang terang-terangan sebagian besar telah menjadi elemen penentu kebijakan negara di Ukraina.
Semua hal yang menyatukan kami dan menyatukan kami sejauh ini diserang. Pertama dan terpenting, bahasa Rusia. Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa otoritas "Maidan" yang baru pertama kali mencoba untuk mencabut undang-undang tentang kebijakan bahasa negara.
Lalu ada undang-undang tentang "pemurnian kekuasaan", undang-undang tentang pendidikan yang secara virtual memotong bahasa Rusia dari proses pendidikan.
Terakhir, pada awal Mei 2021, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky (presiden saat ini) memperkenalkan Rancangan Undang-Udang tentang “masyarakat adat” ke Rada.
Hanya mereka yang merupakan etnis minoritas dan tidak memiliki entitas negara sendiri di luar Ukraina yang diakui sebagai penduduk asli. Hukum telah disahkan. Benih perselisihan baru telah ditaburkan.
Dan ini terjadi di sebuah negara, seperti yang telah saya catat, yang sangat kompleks dalam hal komposisi teritorial, nasional dan bahasa, dan sejarah pembentukannya.
Mungkin ada argumen: jika Anda berbicara tentang satu negara besar, negara tritunggal, lalu apa bedanya orang yang menganggap diri mereka sendiri – Rusia, Ukraina, atau Belarusia. Saya sepenuhnya setuju dengan ini.
Terutama karena penentuan kewarganegaraan, khususnya dalam keluarga campuran, adalah hak setiap individu, bebas untuk menentukan pilihannya sendiri.
Tetapi kenyataannya adalah bahwa situasi di Ukraina saat ini benar-benar berbeda karena melibatkan perubahan identitas secara paksa.
Dan hal yang paling tercela adalah bahwa Rusia di Ukraina dipaksa tidak hanya untuk menyangkal akar mereka, generasi nenek moyang mereka, tetapi juga untuk percaya bahwa Rusia adalah musuh mereka.
Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa jalan asimilasi paksa, pembentukan negara Ukraina yang murni secara etnis, agresif terhadap Rusia, sebanding dalam konsekuensinya dengan penggunaan senjata pemusnah massal terhadap kita.
Keras dan artifisial
Sebagai akibat dari pembagian Rusia dan Ukraina yang begitu keras dan artifisial, orang-orang Rusia secara keseluruhan dapat berkurang ratusan ribu atau bahkan jutaan.
Kesatuan spiritual kita juga telah diserang. Seperti pada masa Grand Duchy of Lithuania, sebuah gerejawi baru telah dimulai.
Para penguasa sekuler, yang tidak merahasiakan tujuan politik mereka, secara terang-terangan ikut campur dalam kehidupan gereja dan memecah belah, perampasan gereja, pemukulan terhadap pendeta dan biarawan.
Bahkan otonomi luas Gereja Ortodoks Ukraina sambil mempertahankan kesatuan spiritual dengan Patriarkat Moskow sangat tidak menyenangkan mereka.
Mereka harus menghancurkan simbol kekerabatan kita yang berusia berabad-abad ini dengan segala cara.
Saya pikir wajar juga jika perwakilan Ukraina berulang kali memberikan suara menentang resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengutuk pemuliaan Nazisme.
Pawai dan prosesi obor untuk menghormati penjahat perang yang tersisa dari unit SS berlangsung di bawah perlindungan otoritas resmi.
Mazepa, yang mengkhianati semua orang, Petliura, yang membayar perlindungan Polandia dengan tanah Ukraina, dan Bandera, yang berkolaborasi dengan Nazi, digolongkan sebagai pahlawan nasional.
Semuanya dilakukan untuk menghapus dari ingatan generasi muda nama-nama patriot dan pemenang sejati, yang selalu menjadi kebanggaan Ukraina.
Bagi orang-orang Ukraina yang bertempur di Tentara Merah, dalam unit-unit partisan, Perang Patriotik Hebat memang merupakan perang patriotik karena mereka mempertahankan rumah mereka, Tanah Air mereka yang agung. Lebih dari dua ribu tentara menjadi Pahlawan Uni Soviet.
Di antara mereka adalah pilot legendaris Ivan Kozhedub, penembak jitu yang tak kenal takut, pembela Odessa dan Sevastopol Lyudmila Pavlichenko, komandan gerilya yang gagah berani Sidor Kovpak.
Generasi yang gigih ini berjuang, orang-orang itu memberikan hidup mereka untuk masa depan kita, untuk kita. Melupakan prestasi mereka berarti mengkhianati kakek, ibu, dan ayah kita.
Proyek anti-Rusia telah ditolak oleh jutaan orang Ukraina. Orang-orang Krimea dan penduduk Sevastopol membuat pilihan bersejarah mereka. Dan orang-orang di tenggara dengan damai mencoba mempertahankan pendirian mereka.
Namun, semuanya, termasuk anak-anak, dicap sebagai separatis dan teroris. Mereka diancam dengan pembersihan etnis dan penggunaan kekuatan militer.
Dan penduduk Donetsk dan Lugansk mengangkat senjata untuk mempertahankan rumah, babasa, dan kehidupan mereka.
Apakah mereka meninggalkan pilihan lain setelah kerusuhan yang melanda kota-kota Ukraina, setelah kengerian dan tragedi 2 Mei 2014 di Odessa di mana neo-Nazi Ukraina membakar orang hidup-hidup membuat Khatyn baru keluar dari sana?
Pembantaian yang sama siap dilakukan oleh para pengikut Bandera di Krimea, Sevastopol, Donetsk dan Lugansk. Bahkan sekarang mereka tidak meninggalkan rencana seperti itu. Mereka menunggu waktu mereka. Tapi waktu mereka tidak akan datang.
Kudeta dan tindakan selanjutnya dari otoritas Kiev tak terhindarkan memicu konfrontasi dan perang saudara. Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia memperkirakan bahwa jumlah korban dalam konflik di Donbas telah melebihi 13.000 orang.
Rusia cegah perang saudara
Di antara mereka adalah orang tua dan anak-anak. Ini adalah kerugian yang mengerikan dan tidak dapat diperbaiki.
Rusia telah melakukan segalanya untuk menghentikan perang saudara. Perjanjian Minsk yang bertujuan untuk penyelesaian damai konflik di Donbas telah disepakati. Saya yakin bahwa mereka masih tidak memiliki alternatif.
Bagaimanapun, tidak ada yang menarik tanda tangan mereka dari Paket Tindakan Minsk atau dari pernyataan yang relevan oleh para pemimpin negara format Normandia.
Belum ada yang memprakarsai peninjauan kembali resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tanggal 17 Februari 2015.
Selama negosiasi resmi, terutama setelah dikekang oleh mitra Barat, perwakilan Ukraina secara teratur menyatakan "kepatuhan penuh" mereka terhadap perjanjian Minsk, tetapi pada kenyataannya dipandu oleh posisi "tidak dapat diterima".
Mereka tidak bermaksud untuk membahas secara serius status khusus Donbas atau perlindungan bagi orang-orang yang tinggal di sana. Mereka lebih suka mengeksploitasi citra “korban agresi eksternal” dan menjajakan Russophobia.
Mereka mengatur provokasi berdarah di Donbas. Singkatnya, mereka menarik perhatian pelindung dan tuan eksternal dengan segala cara.
Rupanya, dan saya menjadi semakin yakin akan hal ini: Kiev tidak membutuhkan Donbas. Mengapa?
Karena, pertama, penduduk daerah-daerah tersebut tidak akan pernah mau menerima perintah yang telah dan sedang mereka coba paksakan dengan kekerasan, blokade dan ancaman.
Dan kedua, hasil dari Minsk?1 dan Minsk?2 yang memberikan peluang nyata untuk memulihkan keutuhan wilayah Ukraina secara damai dengan mencapai kesepakatan langsung dengan Donetsk People’s Republic (DPR) dan Luhansk People’s Republic (LPR) dengan Rusia, Jerman dan Prancis sebagai mediator, bertentangan dengan keseluruhan logika proyek anti-Rusia.
Dan itu hanya dapat dipertahankan dengan penanaman citra musuh internal dan eksternal yang konstan. Dan saya akan menambahkan – di bawah perlindungan dan kendali kekuatan Barat.
Inilah yang sebenarnya terjadi. Pertama-tama, kita menghadapi penciptaan iklim ketakutan dalam masyarakat Ukraina, retorika agresif, memanjakan neo-Nazi dan militerisasi negara.
Bersamaan dengan itu kita menyaksikan tidak hanya ketergantungan penuh tetapi kontrol eksternal langsung, termasuk pengawasan otoritas Ukraina, dinas keamanan dan angkatan bersenjata oleh penasihat asing, "pengembangan" militer wilayah Ukraina dan penyebaran infrastruktur NATO.
Bukan kebetulan bahwa undang-undang mencolok yang disebutkan di atas tentang "masyarakat adat" diadopsi di bawah kedok latihan NATO skala besar di Ukraina.
Ini juga merupakan penyamaran untuk pengambilalihan sisa ekonomi Ukraina dan eksploitasi sumber daya alamnya.
Preferensi dan keuntungan Barat
Penjualan tanah pertanian tidak jauh, dan jelas siapa yang akan membelinya. Dari waktu ke waktu, Ukraina memang diberikan sumber daya keuangan dan pinjaman, tetapi di bawah kondisi mereka sendiri dan mengejar kepentingan mereka sendiri, dengan preferensi dan keuntungan bagi perusahaan Barat.
Omong-omong, siapa yang akan membayar hutang ini kembali?
Rupanya, diasumsikan bahwa ini harus dilakukan tidak hanya oleh generasi Ukraina saat ini, tetapi juga oleh anak-anak, cucu, dan mungkin cicit mereka.
Para penulis Barat dari proyek anti-Rusia mengatur sistem politik Ukraina sedemikian rupa sehingga presiden, anggota parlemen dan menteri akan berubah tetapi sikap pemisahan dari dan permusuhan dengan Rusia akan tetap ada.
Mencapai perdamaian adalah slogan utama pemilihan presiden petahana. Dia berkuasa dengan ini. Janji-janji itu ternyata bohong.
Tidak ada yang berubah. Dan dalam beberapa hal situasi di Ukraina dan sekitar Donbas bahkan telah merosot.
Dalam proyek anti-Rusia, tidak ada tempat bagi Ukraina yang berdaulat atau kekuatan politik yang berusaha mempertahankan kemerdekaannya yang sebenarnya.
Mereka yang berbicara tentang rekonsiliasi dalam masyarakat Ukraina, tentang dialog, tentang menemukan jalan keluar dari kebuntuan saat ini dicap sebagai agen "pro-Rusia".
Sekali lagi, bagi banyak orang di Ukraina, proyek anti-Rusia sama sekali tidak dapat diterima. Dan ada jutaan orang seperti itu. Tapi mereka tidak diperbolehkan untuk mengangkat kepala mereka.
Mereka memiliki kesempatan hukum untuk membela sudut pandang mereka yang sebenarnya diambil dari mereka. Mereka diintimidasi, didorong ke bawah tanah.
Mereka tidak hanya dianiaya karena keyakinan mereka, karena kata-kata yang diucapkan, karena ekspresi terbuka dari posisi mereka, tetapi mereka juga dibunuh. Pembunuh, sebagai suatu peraturan, tidak dihukum.
Hari ini, patriot Ukraina yang "benar" adalah satu-satunya yang membenci Rusia. Selain itu, seluruh negara bagian Ukraina, seperti yang kita pahami, diusulkan untuk dibangun lebih lanjut secara eksklusif berdasarkan ide ini.
Kebencian dan kemarahan, seperti yang telah berulang kali dibuktikan oleh sejarah dunia, adalah dasar yang sangat goyah untuk kedaulatan, penuh dengan banyak risiko serius dan konsekuensi yang mengerikan.
Semua dalih yang terkait dengan proyek anti-Rusia jelas bagi kami. Dan kami tidak akan pernah membiarkan wilayah bersejarah kami dan orang-orang yang dekat dengan kami yang tinggal di sana digunakan untuk melawan Rusia.
Dan kepada mereka yang akan melakukan upaya seperti itu, saya ingin mengatakan bahwa dengan cara ini mereka akan menghancurkan negara mereka sendiri.
Suka merujuk pengalaman Barat
Pihak berwenang di Ukraina suka merujuk pada pengalaman Barat, melihatnya sebagai model untuk diikuti. Lihat saja bagaimana Austria dan Jerman, Amerika Serikat dan Kanada hidup berdampingan.
Dekat dalam komposisi etnis, budaya, bahkan berbagi satu bahasa, mereka tetap negara berdaulat dengan kepentingan mereka sendiri, dengan kebijakan luar negeri mereka sendiri. Tapi ini tidak mencegah mereka dari integrasi terdekat atau hubungan sekutu.
Mereka memiliki batas yang sangat kondisional dan transparan. Dan saat melintasinya warga merasa betah. Mereka menciptakan keluarga, belajar, bekerja, berbisnis.
Kebetulan, begitu pula jutaan orang yang lahir di Ukraina yang sekarang tinggal di Rusia. Kami melihat mereka sebagai orang dekat kami sendiri.
Rusia terbuka untuk berdialog dengan Ukraina dan siap untuk membahas masalah yang paling kompleks.
Tetapi penting bagi kita untuk memahami bahwa pasangan kita membela kepentingan nasionalnya tetapi tidak melayani kepentingan orang lain, dan bukan alat di tangan orang lain untuk melawan kita.
Kami menghormati bahasa dan tradisi Ukraina. Kami menghormati keinginan Ukraina untuk melihat negara mereka bebas, aman dan sejahtera.
Saya yakin bahwa kedaulatan sejati Ukraina hanya mungkin dalam kemitraan dengan Rusia.
Ikatan spiritual, manusia, dan peradaban kita terbentuk selama berabad-abad dan berasal dari sumber yang sama, mereka telah dikeraskan oleh cobaan, pencapaian, dan kemenangan bersama.
Kekeluargaan kita telah diturunkan dari generasi ke generasi. Di hati dan ingatan orang-orang yang hidup di Rusia dan Ukraina modern, dalam ikatan darah yang menyatukan jutaan keluarga kita.
Bersama-sama kita selalu dan akan berkali-kali lebih kuat dan lebih sukses. Karena kita adalah satu orang.
Hari ini, kata-kata ini mungkin dirasakan oleh beberapa orang dengan permusuhan. Mereka dapat ditafsirkan dalam banyak cara yang mungkin. Namun, banyak orang akan mendengarkan saya.
Dan saya akan mengatakan satu hal – Rusia tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi "anti-Ukraina". Dan seperti apa Ukraina nantinya – terserah warganya untuk memutuskan.*
Wartawan: Dismas Aju