Opini post author Kiwi 21 Agustus 2026

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalbar Harus Berperan Aktif untik Peningkatan Kesejahteraan Anggota

Photo of Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalbar Harus Berperan Aktif untik Peningkatan Kesejahteraan Anggota

Oleh : Mei Purwowidodo / Pengamat Kelautan Pesisir

KALAU kita melihat peta Kalimantan Barat, ada satu hal yang langsung terasa menonjol: garis pantainya yang sangat panjang.
Ibarat punya halaman rumah yang super luas dan subur, potensi laut Kalbar itu sebenarnya luar biasa. Sayangnya, harta karun di depan mata ini sering kali belum tergarap optimal.

Meminjam istilah sederhana: laut Kalbar itu bukan cuma tempat mandi air asin atau sekadar pemandangan sunset, tapi "tambang emas biru" yang siap menyejahterakan masyarakat jika dikelola dengan tepat.

Potensi yang Menunggu Digali
Memaksimalkan laut Kalbar tidak melulu soal menangkap ikan. Cakrawalanya jauh lebih luas dari itu: * Hasil Tangkapan Laut: Ikan, udang, dan kepiting segar berkualitas tinggi. * Budidaya Kelautan (Aquaculture): Dari budidaya kerapu, rumput laut, hingga kerang.
* Produksi Garam: Mengubah air laut menjadi komoditas vital yang selama ini masih sering bergantung pada daerah lain.

Kenapa Laut Tidak Bisa Disamaratakan?
Mengolah potensi laut itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu pemetaan (mapping) yang jeli karena karakter wilayah dan Nelayannya beda-beda:

*Nelayan Pesisir vs. Nelayan Laut Lepas: Nelayan pesisir biasanya menggunakan kapal ber-tonase kecil dengan jangkauan terbatas. Sementara nelayan laut lepas butuh kapal besar, ketahanan fisik lebih, dan keterampilan (skill) khusus untuk mengarungi ombak samudera.

* Kebutuhan ABK: Anak ABK kapal besar butuh sertifikasi, navigasi modern, dan pemahaman keselamatan kerja yang matang. Tidak bisa disamakan dengan nelayan yang pulang-pergi dalam sehari.

Peran Kunci HNSI: Menjadi Jembatan dan Penyelamat
Di sinilah peran penting organisasi seperti HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) bersama para stakeholder terkait. HNSI bukan sekadar wadah kumpul-kumpul, melainkan jembatan hidup antara suara nelayan di muara dengan para pemangku kebijakan di gedung pemerintahan.
Untuk memaksimalkan potensi laut Kalbar, kolaborasi ini harus fokus pada pondasi utamanya: Kesejahteraan Nelayan.

1. Jaminan Dasar: Perlindungan keselamatan kerja, jaminan kesehatan, dan hunian/perumahan yang layak bagi keluarga nelayan.
2. Kepastian Melaut: Kemudahan dan kepastian akses Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi agar kapal tidak mangkrak di dermaga.
3. Kepastian Pasar: Penyerapan hasil tangkapan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) dengan harga yang adil, sehingga nelayan tidak dipermainkan oleh tengkulak.

Sudah saatnya Kalbar tidak hanya menghadap ke darat, tetapi mulai melihat ke laut. Ketika HNSI, pemerintah, dan pemangku kepentingan duduk bersama membenahi dari hilir ke hulu, mulai dari peningkatan SDM hingga kepastian solar, potensi laut Kalbar bukan lagi sekadar angka di atas kertas, melainkan kesejahteraan nyata yang masuk ke dapur rumah para nelayan.
Sudah saatnya HNSI segera mengambil Peran ini. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda