PONTIANAK, SP-
Tak ada
yang menyangka jika gadis Tionghoa bertinggi badan 160 sentimeter ini adalah seorang
penyandang tuna rungu yang amat istimewa.
Namanya, Lidya Alviani Taslim, yang
ternyata mampu mengharumkan Bumi Khatulistiwa di kancah pemilihan Miss dan Mr
Deaf Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu.
DARA kelahiran
Kota Pontianak, 11 Desember 1989, ini ternyata mampu meraih titel Juara Harapan
1 di kontes Miss Deaf Indonesia itu. Berikutnya, Lidya sedang menyiapkan diri
untuk mengikuti ajang tersebut atas undangan
dari panitia Miss and Mr Deaf Internasional di Las Vegas, Amerika Serikat.
Kepada Suara
Pemred, Selasa (28/6), Lidya mengakui keterbatasan sebagai difabel tak harus membuatnya
menyerah dengan keadaan. Dia
pun menceritakan upayanya selama menyiapkan diri untuk mengikuti
ajang antarnegara tersebut.
“Kami yang
difabel tidak boleh menyerah dan kalah dengan mereka yang normal. Saya akan
tunjukkan kepada adik-adik dan teman teman bahwa kita bisa,” yakinnya lewat
secarik kertas.
Berbagai
latihan yang sedang dilakukannya, antara lain, latihan menari atau berjalan di
catwalk. Dalam persiapannya, Lidya dibantu oleh Suzandeleni Daris, seorang PNS di
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalbar.
Oleh
Suzan, Lidya semakin diasah kemampuan tari dan berjalan di atas panggung.
“Lidya sangat berbakat dalam hal tari dan make up,” ungkap Suzan.
Ibunda Lidya,
Ernillya Susanna mengungkapkan, keinginan Lidya untuk maju sangat kuat sehingga
seakan tak satu pun penghalang yang menjadi sandungannya. Itu sebabnya, sang ibunda bersama keluarga selalu
membersikan motivasi dan semangat kepada putri kebanggaan mereka itu.
“Kami
semua mendorong Lidya, memberikan semangat agar selalu mandiri dan percaya pada
kemampuan dirinya,” papar Ernillya.
Meskipun
telah mendapatkan predikat kedua terbaik di Indonesia, diakui Ernillya,
prestasi Lidya masih belum terendus oleh pemerintah daerah, baik Pemerintah
Kota Pontianak maupun Pemerintah Provinsi Kalbar.
“Kita
mengharapkan dukungan semua pihak untuk mewujudkan mimpi Lidya, agar bisa
memenuhi undangan dari panitia Miss and Mr Deaf Internasional tersebut. Semoga
kita semua bisa memberikan yang terbaik,” harapnya.
Rangkaian
kegiatan pemilihan Miss and Mister Deaf Internasional tersebut akan
dilaksanakan pada 30 Juni- hingga 9 Juli 2016.Lidya direncanakan akan
diberangkatkan pada Kamis (30/6).
“Dengan
ini pula kami berpamitan dan mohon doa masyarakat Kalimantan Barat, masyarakat
Indonesia, agar Lidya bisa meraih hasil yang optimal di Las Vegas kelak dan mengharumkan
nama Indonesia di kancah internasional,” kata Suzan.
Pada
kesempatan yang sama, Lidya bersama orangtuanya juga mengucapkan terima kasih
atas bantuan dan sponsor dari berbagai pihak. Di antaranya, Johnny Andrean, Bridal Tina, Dinas Sosial
Kalimantan Barat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalbar, Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan Kalbar, MABM Kalbar, Yayasan Bhakti Suci, dan lain-lain. (*/noi/pat/sut)
Breaking News
- KIPP Pulau Penebang Komitmen Jadi Industri Berkelanjutan, Tanam Pohon dan Kembangkan Flora Endemik
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Zulhas Ungkap Strategi Atasi 60 Juta Ton Sampah per Tahun
- Tani Merdeka Kalbar Apresiasi Menko Pangan Jaga Harga Gabah dan Ketersediaan Pupuk
- Tani Merdeka Kalbar Dukung Ketahanan Pangan
- Kejari Singkawang Sidik Dugaan Korupsi Dana Hibah Politeknik Negeri Pontianak
- Kurangi Resiko Bencana, BPBD Sanggau Bentuk FPRB
- Siapkan Masa Depan Sejak Dini, MAN 1 Pontianak Gelar Sosialisasi Pemilihan Mata Pelajaran bagi Orang Tua Siswa Kelas X
- 3.500 Atlet Siap Ramaikan Forprov II Kalbar di Singkawang
- Polres Sekadau Tahan Tersangka Kasus Dugaan Penyebaran Konten Pornografi
Putri Kalbar Ikut Kontes Miss dan Mr Deaf International di Las Vegas
Lidya Alviani Taslim dan rombongan berfoto bersama Pemred Harian Suara Pemred Harry Daya, Selasa (28/5).(SUARA PEMRED/Noi)