Ponticity post author Kiwi 10 September 2026

Produktivitas Riset Menguat, UPGRI Pontianak Tembus 3 Besar Kalbar

Photo of Produktivitas Riset Menguat, UPGRI Pontianak Tembus 3 Besar Kalbar UPGRI Pontianak menempati peringkat ketiga perguruan tinggi riset terbaik di Kalbar versi SINTA September 2026.

PONTIANAK, SP - Universitas PGRI (UPGRI) Pontianak kembali mencatatkan prestasi di bidang akademik dan penelitian. Berdasarkan pembaruan data Science and Technology Index (SINTA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi per September 2026, UPGRI Pontianak berhasil menempati peringkat ketiga sebagai perguruan tinggi riset terbaik di Kalimantan Barat.

Capaian tersebut diraih dengan SINTA Score 3 Tahun sebesar 33.689. Raihan ini menjadi salah satu indikator produktivitas penelitian sekaligus menunjukkan konsistensi UPGRI Pontianak dalam membangun budaya akademik yang mendorong peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah.

Keberhasilan menembus tiga besar perguruan tinggi riset terbaik di Kalbar tersebut tidak terlepas dari penguatan sumber daya manusia (SDM) yang dilakukan secara berkelanjutan. Upaya itu melibatkan berbagai unsur di lingkungan kampus, mulai dari dosen, mahasiswa hingga tenaga kependidikan.

Rektor UPGRI Pontianak, Muhammad Firdaus, mengatakan pencapaian tersebut menjadi bagian dari proses penguatan Tridharma Perguruan Tinggi yang terus dilakukan kampus yang mengusung motto “THE BEST”.

Menurutnya, pengembangan riset tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas penelitian, tetapi juga membangun ekosistem akademik yang terbuka terhadap kolaborasi dan kemitraan.

“Kami fokus membangun ekosistem riset yang inklusif dan berkualitas. Pada tahun 2026, UPGRI Pontianak secara resmi menerapkan aplikasi penelitian ‘Simpelmas’ untuk mempermudah partisipasi dosen dan mahasiswa melalui skema Penelitian Kompetitif serta hibah APBL 2026,” tegas Muhammad Firdaus pada Kamis (10/9/2026).

Selain melalui penguatan sistem penelitian di internal kampus, UPGRI Pontianak juga terus memperluas kemitraan penelitian dengan berbagai perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut telah dikembangkan dalam tiga tahun terakhir sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas sekaligus produktivitas riset.

Produktivitas penelitian UPGRI Pontianak juga terlihat dari capaian dalam program hibah penelitian. Selama dua tahun berturut-turut, yakni 2025 dan 2026, UPGRI Pontianak menempati posisi tertinggi dalam jumlah dosen yang lolos hibah DPPM BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di lingkup LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan.

Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas riset dosen. Dukungan pendanaan melalui program hibah juga membuka ruang bagi para akademisi untuk menghasilkan penelitian yang lebih produktif dan memiliki dampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Tak hanya melalui hibah DPPM BIMA, dosen UPGRI Pontianak juga berhasil memperoleh pendanaan penelitian melalui program Kementerian Kebudayaan RI. Pendanaan tersebut diraih melalui program Dana Indonesiana pada 2025 dan Dana Indonesia Raya pada 2026.

Rangkaian capaian tersebut semakin memperkuat posisi UPGRI Pontianak sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif mengembangkan penelitian dan inovasi di Kalimantan Barat.

Bagi UPGRI Pontianak, capaian di SINTA bukan sekadar angka dalam pemeringkatan. Prestasi tersebut menjadi gambaran dari proses panjang dalam membangun budaya riset, meningkatkan kapasitas SDM, memperluas jejaring kerja sama, serta mendorong keterlibatan sivitas akademika dalam kegiatan penelitian.

Dengan capaian tersebut, UPGRI Pontianak menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Penguatan riset diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap perkembangan akademik, tetapi juga mendukung lahirnya inovasi dan SDM unggul yang memberi manfaat bagi Kalimantan Barat.

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda